Wamen Lh Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal Atasi Karhutla Di Kalbar

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengumpulkan pihak swasta, khususnya perusahaan yang berada di sekitar titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Kalimantan Barat (Kalbar). Diaz meminta perusahaan swasta membangun sekat kanal untuk pemadaman sekaligus pencegahan karhutla.
"Kita tidak bisa menyelesaikan (masalah karla) hanya dengan satu upaya, perlu upaya lain dan bantuan semua pihak, di hulu kami (Kementerian Lingkungan Hidup) cegah dengan surat edaran Menteri LH tentang larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, membina Masyarakat Peduli Api, membangun UPT Pengendalian Kebakaran Lahan dan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove. Untuk dari pihak swasta, kami mohon untuk bantu kerja sama dalam membuat sekat kanal, ini yang paling efektif, saya prioritaskan diselesaikan di titik yang masih ada api," kata Diaz.
Berdasarkan data BPBD, luas karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 30.000 hektare dari Januari hingga Juli 2026. Kondisi ini turut meresahkan masyarakat akibat kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
Sementara dari perusahaan swasta yang turut hadir antara lain adalah PT Cipta Tumbuh Berbuah, PT Sintang Raya, PT Fajar Saudara Lestari, PT Agro Alam Nusantara, PT Asia Palem Lestari, PT Bina Ovivipari Semesta, dan PT Bumi Pratama Khatulistiwa.
Lihat juga Video: Tiba di Pekanbaru, Presiden Prabowo Turun Tangan Atasi Karhutla
Diaz menerangkan pembangunan sekat kanal untuk membantu dalam mengatur dan mengalirkan air secara terfokus ke lahan gambut. Mengingat, katanya, kebakaran pada lahan gambut dapat terjadi hingga lapisan yang lebih dalam sehingga membutuhkan ketersediaan air secara konsisten.
Hal tersebut disampaikan Diaz saat meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). Dalam peninjauan tersebut, Diaz mengumpulkan sejumlah perusahaan swasta untuk berkoordinasi terkait upaya pemadaman dan pencegahan karhutla.
"Jadi kalau (gambut) sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, api nya di bawah banget, jadi harus dengan sekat kanal, jadi saya minta tolong dan saya apresiasi atas kerjasamanya," kata Diaz.
Berangkat dari itu, Diaz mengatakan butuh kerja sama dari berbagai pihak agar permasalahan karhutla bisa diatasi. Dia menyebut karhutla merupakan kejadian yang luar biasa yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengumpulkan pihak swasta, khususnya perusahaan yang berada di sekitar titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Kalimantan Barat (Kalbar). Diaz meminta perusahaan swasta membangun sekat kanal untuk pemadaman sekaligus pencegahan karhutla.
"Kita tidak bisa menyelesaikan (masalah karla) hanya dengan satu upaya, perlu upaya lain dan bantuan semua pihak, di hulu kami (Kementerian Lingkungan Hidup) cegah dengan surat edaran Menteri LH tentang larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, membina Masyarakat Peduli Api, membangun UPT Pengendalian Kebakaran Lahan dan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove. Untuk dari pihak swasta, kami mohon untuk bantu kerja sama dalam membuat sekat kanal, ini yang paling efektif, saya prioritaskan diselesaikan di titik yang masih ada api," kata Diaz.
Berdasarkan data BPBD, luas karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 30.000 hektare dari Januari hingga Juli 2026. Kondisi ini turut meresahkan masyarakat akibat kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
Sementara dari perusahaan swasta yang turut hadir antara lain adalah PT Cipta Tumbuh Berbuah, PT Sintang Raya, PT Fajar Saudara Lestari, PT Agro Alam Nusantara, PT Asia Palem Lestari, PT Bina Ovivipari Semesta, dan PT Bumi Pratama Khatulistiwa.
Lihat juga Video: Tiba di Pekanbaru, Presiden Prabowo Turun Tangan Atasi Karhutla
Diaz menerangkan pembangunan sekat kanal untuk membantu dalam mengatur dan mengalirkan air secara terfokus ke lahan gambut. Mengingat, katanya, kebakaran pada lahan gambut dapat terjadi hingga lapisan yang lebih dalam sehingga membutuhkan ketersediaan air secara konsisten.
Hal tersebut disampaikan Diaz saat meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). Dalam peninjauan tersebut, Diaz mengumpulkan sejumlah perusahaan swasta untuk berkoordinasi terkait upaya pemadaman dan pencegahan karhutla.
"Jadi kalau (gambut) sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, api nya di bawah banget, jadi harus dengan sekat kanal, jadi saya minta tolong dan saya apresiasi atas kerjasamanya," kata Diaz.
Berangkat dari itu, Diaz mengatakan butuh kerja sama dari berbagai pihak agar permasalahan karhutla bisa diatasi. Dia menyebut karhutla merupakan kejadian yang luar biasa yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mengumpulkan pihak swasta, khususnya perusahaan yang berada di sekitar titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut di Kalimantan Barat (Kalbar). Diaz meminta perusahaan swasta membangun sekat kanal untuk pemadaman sekaligus pencegahan karhutla.
"Kita tidak bisa menyelesaikan (masalah karla) hanya dengan satu upaya, perlu upaya lain dan bantuan semua pihak, di hulu kami (Kementerian Lingkungan Hidup) cegah dengan surat edaran Menteri LH tentang larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, membina Masyarakat Peduli Api, membangun UPT Pengendalian Kebakaran Lahan dan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove. Untuk dari pihak swasta, kami mohon untuk bantu kerja sama dalam membuat sekat kanal, ini yang paling efektif, saya prioritaskan diselesaikan di titik yang masih ada api," kata Diaz.
Berdasarkan data BPBD, luas karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai lebih dari 30.000 hektare dari Januari hingga Juli 2026. Kondisi ini turut meresahkan masyarakat akibat kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
Sementara dari perusahaan swasta yang turut hadir antara lain adalah PT Cipta Tumbuh Berbuah, PT Sintang Raya, PT Fajar Saudara Lestari, PT Agro Alam Nusantara, PT Asia Palem Lestari, PT Bina Ovivipari Semesta, dan PT Bumi Pratama Khatulistiwa.
Lihat juga Video: Tiba di Pekanbaru, Presiden Prabowo Turun Tangan Atasi Karhutla
Diaz menerangkan pembangunan sekat kanal untuk membantu dalam mengatur dan mengalirkan air secara terfokus ke lahan gambut. Mengingat, katanya, kebakaran pada lahan gambut dapat terjadi hingga lapisan yang lebih dalam sehingga membutuhkan ketersediaan air secara konsisten.
Hal tersebut disampaikan Diaz saat meninjau langsung lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026). Dalam peninjauan tersebut, Diaz mengumpulkan sejumlah perusahaan swasta untuk berkoordinasi terkait upaya pemadaman dan pencegahan karhutla.
"Jadi kalau (gambut) sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, api nya di bawah banget, jadi harus dengan sekat kanal, jadi saya minta tolong dan saya apresiasi atas kerjasamanya," kata Diaz.