Foto Menanti Integrasi Transportasi Di Manggarai
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8714885/original/006999800_1782798152-120044.932-menhub-jembatan-donat-dukuh-atas-perkuat-integrasi-transportasi-jakarta-1.jpg)
Fungsi Stasiun Manggarai sebagai pusat konektivitas antarmoda transportasi sangat vital bagi mobilitas warga Ibu Kota. Integrasi berbagai layanan transportasi di Manggarai menjadikannya simpul penting. Ini mendukung kelancaran perjalanan jutaan komuter setiap hari.
Kehadiran jalur tersebut bukan hanya menambah panjang lintasan kereta perkotaan. Di Manggarai, penumpang nantinya dapat melanjutkan perjalanan dengan KRL Commuter Line, Kereta Api Bandara, maupun Transjakarta tanpa harus kembali bergantung pada kendaraan pribadi.
Pemprov DKI juga menyiapkan perpanjangan LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer. Pembangunannya direncanakan dimulai pada awal 2027 dan ditargetkan selesai pada 2028.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, Jembatan Donat ini akan menjadi pusat konektivitas baru yang krusial. Ini akan menghubungkan seluruh jaringan perkeretaapian dan transportasi umum di Jakarta, sehingga perjalanan masyarakat semakin terintegrasi dengan berbagai tujuan.

Berada di salah satu kawasan transportasi tersibuk di Jakarta, Terminal Manggarai seolah tertinggal di tengah pesatnya transformasi sistem angkutan umum.
Seluruh stasiun LRT dalam koridor Pegangsaan Dua-Manggarai juga dirancang terhubung dengan layanan Transjakarta. Dengan begitu, penumpang dapat berpindah dari kereta menuju bus tanpa harus menempuh perjalanan panjang.
Pembangunan Jembatan Donat Dukuh Atas ditargetkan selesai pada tahun 2028, menandai tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur transportasi Jakarta. Seluruh pelaksanaan proyek ini berada di bawah kendali Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) sebagai pelaksana utama.
Perjalanan dari Pegangsaan Dua menuju Manggarai diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit. Koridor tersebut diproyeksikan melayani 60 ribu hingga 80 ribu penumpang per hari secara bertahap.

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, Terminal Manggarai di Jakarta Selatan yang dahulu menjadi titik temu warga dari berbagai daerah kini tampak kehilangan denyut aktivitasnya.
Saat Stasiun Manggarai terus berkembang menjadi simpul transportasi modern yang melayani ribuan komuter setiap hari, terminal yang berdiri tak jauh darinya justru menjalani masa-masa "mati suri" yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Kawasan TOD Stasiun Sudirman akan menjadi titik temu bagi enam layanan transportasi kereta yang berbeda, menciptakan jaringan yang terpadu di ibu kota. Keenam moda tersebut meliputi KRL Commuter Line, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
"Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik," ujar Pramono.

Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menyatakan perpanjangan rute LRT Jakarta dari Manggarai hingga Dukuh Atas merupakan bagian dari penguatan sistem transportasi publik yang saling terhubung dan terintegrasi antarkawasan.
“Konsep utama dari master plan ini adalah membangun integrasi transportasi dan kawasan melalui pendekatan Transit Oriented Development (TOD). Karena itu, rute LRT Jakarta diarahkan menuju simpul-simpul strategis, seperti Manggarai dan Dukuh Atas agar masyarakat dapat berpindah moda transportasi secara cepat dan nyaman,” kata Iwan dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
“Saat ini, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai terus menunjukkan progres positif dan ditargetkan segera beroperasi guna mendukung mobilitas masyarakat Jakarta yang lebih efisien dan terintegrasi,” terang Iwan.
Proyek Rp 12,5 Triliun, LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
Keterlibatan Pemprov DKI Jakarta dan MRT Jakarta menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi dan modern. Proyek ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi efektif antara pemerintah pusat dan daerah dalam skala besar.
Integrasi ini tidak hanya akan mengurangi kemacetan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas udara di Jakarta. Konsep "TOD Donat" atau "hub Donat" ini dirancang untuk menghubungkan semua wilayah dan semua jalur kereta api di Jakarta, sehingga masyarakat dapat mengakses seluruh wilayah DKI Jakarta dengan mudah.
Lebih lanjut, kata dia, pengembangan LRT Jakarta tidak sekadar membangun jalur transportasi baru, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan ekosistem mobilitas perkotaan masa depan Jakarta.
Integrasi ini akan menghilangkan kerumitan perpindahan antarmoda yang seringkali menjadi kendala bagi pengguna transportasi umum. Seluruh layanan dirancang untuk saling terhubung dalam kawasan berorientasi transit yang terpadu, memastikan pengalaman perjalanan yang mulus.
Iwan menjelaskan penguatan konektivitas transportasi publik menjadi fondasi penting bagi mobilitas perkotaan yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan di Jakarta.
Pemerintah menargetkan pembangunan Jembatan Donat ini rampung pada tahun 2028, dengan seluruh pelaksanaannya dipercayakan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta (Perseroda). Proyek ambisius ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke transportasi umum.
"Ini kami berikan agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi umum," kata Pramono.
Manggarai selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pergerakan penumpang KRL dari berbagai wilayah Jabodetabek. Masuknya LRT Jakarta akan menambah pilihan perjalanan sekaligus memperluas fungsi kawasan tersebut sebagai titik perpindahan antarmoda.
"Beralih ke transportasi publik membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara. Selain itu, lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga, serta mendorong gaya hidup sehat," tutur Pramono.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara tegas menyatakan bahwa Stasiun Manggarai akan terus berfungsi sebagai hub transportasi utama. "Kaitannya (beautifikasi Stasiun Gambir) dengan Manggarai, Manggarai saya rasa tetap saja (Stasiun Manggarai menjadi hub transportasi), tetap," kata Menhub sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Peran sentral Stasiun Manggarai ini tidak akan bergeser, meskipun ada penataan dan pembaruan layanan di Stasiun Gambir.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan Stasiun Manggarai akan tetap menjadi pusat hub transportasi utama di Jakarta. Pernyataan ini muncul seiring rencana pemerintah untuk melakukan "beautifikasi" atau pembaruan wajah Stasiun Gambir. Penataan Stasiun Gambir bertujuan meningkatkan kualitas layanan serta konektivitas antarmoda kereta api.
Menurutnya, akan lebih baik apabila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprioritaskan membangun LRT ke area pemukiman, sehingga masyarakat akan semakin mudah mengakses transportasi publik tersebut.
Penguatan integrasi transportasi merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi sekaligus meningkatkan efisiensi mobilitas warga.
Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan simpul transportasi yang efisien, di mana pengguna dapat berpindah antarmoda dengan lebih mudah dan cepat. Konsep TOD ini dirancang untuk menjadi pusat konektivitas yang menghubungkan berbagai layanan angkutan massal, menjadikan perjalanan lebih cepat, nyaman, dan efisien setiap hari.
“Pasti akan efektif untuk shifting ke angkutan umum bila trase LRT Jakarta melewati tempat keramaian seperti mall atau pasar, perkantoran, sekolah atau kampus. Bila masyarakat menggunakan transportasi umum, otomatis volume kendaraan pribadi akan berkurang,” jelas Deddy.
"Kalau nanti tersambung sampai Dukuh Atas, seluruh jaringan akan benar-benar terintegrasi. Ini akan menjadi wajah baru transportasi Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas dengan MRT, KRL, Transjakarta, hingga Kereta Cepat Whoosh pada tahap pengembangan berikutnya," ujar Pramono.