Foto Menanti Integrasi Transportasi Di Manggarai

"Kami berharap pada Agustus nanti LRT ini dapat diresmikan oleh Bapak Presiden. Ini akan menjadi milestone yang mengubah wajah Jakarta karena memperkuat konektivitas transportasi publik," ujar Pramono.
Iwan menjelaskan penguatan konektivitas transportasi publik menjadi fondasi penting bagi mobilitas perkotaan yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan di Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Simak juga Video: Tarif LRT Velodrome-Manggarai Belum Diputuskan, Pramono: Jadi Aja Belum
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8715098/original/051628600_1782798594-220624.249-stasiun-manggarai-tetap-hub-transportasi-utama-menhub-ungkap-rencana-beautifikasi-gambir-1.jpg)
Fungsi Stasiun Manggarai sebagai pusat konektivitas antarmoda transportasi sangat vital bagi mobilitas warga Ibu Kota. Integrasi berbagai layanan transportasi di Manggarai menjadikannya simpul penting. Ini mendukung kelancaran perjalanan jutaan komuter setiap hari.
Perjalanan dari Pegangsaan Dua menuju Manggarai diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit. Koridor tersebut diproyeksikan melayani 60 ribu hingga 80 ribu penumpang per hari secara bertahap.
Pramono mengatakan, LRT dari Veledrome hingga Manggarai akan rampung dan diresmikan pada Agustus mendatang. Nantinya, rute tersebut akan memiliki panjang 12,5 kilometer dengan 11 stasiun.
Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa fungsi Stasiun Manggarai sebagai simpul transportasi penting tidak akan berubah. Meskipun Stasiun Gambir akan dikembangkan sebagai etalase konektivitas layanan KRL dan kereta api jarak jauh, perannya tetap krusial. Pengembangan ini diharapkan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Kehadiran jalur tersebut bukan hanya menambah panjang lintasan kereta perkotaan. Di Manggarai, penumpang nantinya dapat melanjutkan perjalanan dengan KRL Commuter Line, Kereta Api Bandara, maupun Transjakarta tanpa harus kembali bergantung pada kendaraan pribadi.
Pengembangan Stasiun Gambir ini berfokus pada kemudahan perpindahan penumpang antar layanan kereta api. Masyarakat diharapkan dapat berpindah moda transportasi secara lebih praktis. Hal ini akan membuat perjalanan menggunakan kereta api menjadi lebih efisien dan nyaman setiap harinya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan Stasiun Manggarai tetap memegang peranan sebagai hub transportasi utama di Jakarta, meski Stasiun Gambir akan mengalami "beautifikasi" untuk konektivitas.
Keterlibatan Pemprov DKI Jakarta dan MRT Jakarta menunjukkan komitmen serius dalam mewujudkan sistem transportasi yang terintegrasi dan modern. Proyek ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi efektif antara pemerintah pusat dan daerah dalam skala besar.
/data/photo/2026/05/25/6a137efb274c5.jpg)
Transformasi Stasiun Gambir tidak hanya mempercantik fisik bangunan, tetapi juga mengubah fungsinya secara signifikan. Sebelumnya, Stasiun Gambir hanya melayani kereta api jarak jauh. Kini, stasiun ini akan turut melayani perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) secara terintegrasi.
Pemprov DKI juga menyiapkan perpanjangan LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer. Pembangunannya direncanakan dimulai pada awal 2027 dan ditargetkan selesai pada 2028.
Baca juga: Proyek LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Capai 80,57 Persen, Target Rampung 2026
"Kehadirannya akan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik," kata Pramono saat mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Minggu (21/6/2026).
Integrasi ini tidak hanya akan mengurangi kemacetan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas udara di Jakarta. Konsep "TOD Donat" atau "hub Donat" ini dirancang untuk menghubungkan semua wilayah dan semua jalur kereta api di Jakarta, sehingga masyarakat dapat mengakses seluruh wilayah DKI Jakarta dengan mudah.
“Saat ini, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai terus menunjukkan progres positif dan ditargetkan segera beroperasi guna mendukung mobilitas masyarakat Jakarta yang lebih efisien dan terintegrasi,” terang Iwan.
Pengembangan jalur tersebut sekaligus menunjukkan perubahan pendekatan transportasi publik di Jakarta. Pembangunan tidak lagi sekadar menambah moda atau stasiun, tetapi memastikan setiap layanan dapat saling menyambung.
Proyek Rp 12,5 Triliun, LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Beroperasi Agustus 2026
Seluruh stasiun LRT dalam koridor Pegangsaan Dua-Manggarai juga dirancang terhubung dengan layanan Transjakarta. Dengan begitu, penumpang dapat berpindah dari kereta menuju bus tanpa harus menempuh perjalanan panjang.
Saat Stasiun Manggarai terus berkembang menjadi simpul transportasi modern yang melayani ribuan komuter setiap hari, terminal yang berdiri tak jauh darinya justru menjalani masa-masa "mati suri" yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Lebih lanjut, kata dia, pengembangan LRT Jakarta tidak sekadar membangun jalur transportasi baru, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan ekosistem mobilitas perkotaan masa depan Jakarta.
Namun, tarif murah bukan satu-satunya alasan warga beralih. Transportasi publik juga harus mudah dijangkau, nyaman digunakan, dan terhubung dengan tujuan perjalanan. Penyambungan LRT hingga Manggarai dan rencana perpanjangannya ke Dukuh Atas menjadi bagian dari upaya tersebut. Jaringan yang sebelumnya terpisah perlahan dirangkai agar perjalanan warga tidak lagi terputus ketika berganti moda.
Pengembangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan stasiun modern. Stasiun ini mampu melayani kebutuhan mobilitas masyarakat secara optimal. Stasiun Manggarai tetap menjalankan perannya sebagai hub transportasi utama.
Pemerintah berharap proyek ini akan menjadi katalisator bagi perubahan perilaku masyarakat dalam bertransportasi. Ini mendukung visi Jakarta sebagai kota yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa depan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa pembangunan kawasan transit oriented development (TOD) di Stasiun Sudirman, Jakarta, yang dikenal sebagai "Jembatan Donat Dukuh Atas", akan mengintegrasikan enam moda transportasi. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas serta memudahkan mobilitas masyarakat di Jakarta secara signifikan.
Karena perannya yang penting, Terminal Manggarai sempat direvitalisasi pada 2013 agar lebih tertata dan nyaman bagi pengguna.
Integrasi enam moda itu diperkuat melalui pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas. Fasilitas tersebut dirancang sebagai jalur penghubung yang membuat perpindahan penumpang lebih singkat, aman, dan nyaman.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan Jembatan Donat Dukuh Atas akan menjadi simpul Integrasi Transportasi enam moda di Jakarta, meningkatkan mobilitas dan konektivitas. Penasaran bagaimana enam moda ini akan terhubung secara efisien?
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara tegas menyatakan bahwa Stasiun Manggarai akan terus berfungsi sebagai hub transportasi utama. "Kaitannya (beautifikasi Stasiun Gambir) dengan Manggarai, Manggarai saya rasa tetap saja (Stasiun Manggarai menjadi hub transportasi), tetap," kata Menhub sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Peran sentral Stasiun Manggarai ini tidak akan bergeser, meskipun ada penataan dan pembaruan layanan di Stasiun Gambir.
Kawasan TOD Stasiun Sudirman akan menjadi titik temu bagi enam layanan transportasi kereta yang berbeda, menciptakan jaringan yang terpadu di ibu kota. Keenam moda tersebut meliputi KRL Commuter Line, Transjakarta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, LRT Jakarta, dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, proyek senilai Rp 12,5 triliun tersebut akan memiliki 11 stasiun dan diintegrasikan hingga kawasan Dukuh Atas yang menjadi simpul berbagai moda transportasi di Jakarta.
Kendati demikian, ia menyayangkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang mengutamakan pembangunan LRT dari Veledrome - Manggarai hingga Dukuh Atas.
Pemprov DKI beberapa kali memberlakukan tarif khusus untuk mendorong masyarakat mencoba transportasi publik. Pada Hari Transportasi Nasional, 24 April 2026, tarif Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta ditetapkan Rp1. Hal yang sama dilakukan dalam rangka HUT Jakarta pada 22, 28, 29 Juni 2026.