Foto Sumsel Gelar Salat Istisqa Di Tengah Kepungan Karhutla

Gambar ilustrasi Foto Sumsel Gelar Salat Istisqa Di Tengah Kepungan Karhutla

Di tengah kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Palembang masuk kategori sangat tidak sehat.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

PALEMBANG, KOMPAS.com — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama ratusan warga menggelar shalat istisqa atau shalat minta hujan, Selasa (25/8/2026) di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga: Palembang Dikepung Asap Karhutla, Gubernur Sumsel Beri Penjelasan ke Presiden: Kota Ini Ada di Cekungan

Gambar terkait Foto Sumsel Gelar Salat Istisqa Di Tengah Kepungan Karhutla

Read more

"Shalat Istisqa kita bersama-sama bermunajat memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di wilayah Kabupaten OKI," ujarnya.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengatakan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar batin yang harus berjalan seiring dengan berbagai upaya penanganan karhutla yang terus dilakukan pemerintah bersama tim satgas di lapangan.

“Saya juga minta di tingkat Kabupaten/kota ajak warganya shalat Istisqa kita berdoa bersama-sama agar hujan segera turun,” jelas Herman Deru.

“Kita melaksanakan shalat istisqa untuk menurunkan hujan. Secara lahiriah segala upaya sudah dilaksanakan, dari tingkat Desa sampai Presiden membantu kita, Satgas Provinsi tingkat Kabupaten kota juga sudah bergerak untuk melakukan pemadaman," ujar Herman Deru.

Usai salat, seluruh jamaah kembali larut dalam doa bersama dengan harapan hujan segera turun sehingga dapat mengurangi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Herman Deru juga meminta pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan menggelar shalat istisqa bersama masyarakat.

Read more

Ia menambahkan, upaya lahir dan batin harus dilakukan secara bersamaan agar bencana karhutla dapat dicegah.

Menurut Herman Deru, hujan menjadi salah satu upaya paling efektif untuk membantu memadamkan api di lokasi karhutla.

Di tengah Kabut Asap, Gubernur Sumsel Gelar Shalat Minta Hujan, Harap Kebakaran Hutan Padam

Shalat istisqa digelar sebagai ikhtiar agar hujan segera turun sehingga api karhutla dapat dipadamkan dan kualitas udara di Sumatera Selatan kembali normal.

Read more

“Tanggal 28 diperkirakan akan ada awan yang mengandung air, disitulah saat tepatnya kita menabur garam lagi (operasi OMC),” kata Gubernur Sumsel.

Salat ini dikerjakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual di samping upaya nyata dalam mengatasi kekeringan.

Shalat tersebut digelar di halaman Griya Agung, Palembang. Ratusan jemaah yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, ulama, TNI, dan Polri turut mengikuti shalat istisqa.

Herman Deru mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk menangani karhutla di Sumatera Selatan. Namun, kondisi El Nino yang kuat membuat api semakin sulit dipadamkan.

Read more

Salat Istisqa adalah salat sunah yang dikerjakan umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika suatu daerah mengalami musim kemarau panjang, kekeringan, atau krisis air.

Ratusan aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, serta masyarakat mengikuti salat memohon hujan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati OKI, Supriyanto.

Dalam kesempatan itu, Supriyanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu terjadinya karhutla.

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG– Di tengah ancaman kekeringan dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati OKI, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, terlebih di tengah kondisi cuaca yang kering.

Di tengah kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Palembang masuk kategori sangat tidak sehat.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

PALEMBANG, KOMPAS.com — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama ratusan warga menggelar shalat istisqa atau shalat minta hujan, Selasa (25/8/2026) di tengah kepungan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca juga: Palembang Dikepung Asap Karhutla, Gubernur Sumsel Beri Penjelasan ke Presiden: Kota Ini Ada di Cekungan

"Shalat Istisqa kita bersama-sama bermunajat memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan di wilayah Kabupaten OKI," ujarnya.

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, mengatakan Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar batin yang harus berjalan seiring dengan berbagai upaya penanganan karhutla yang terus dilakukan pemerintah bersama tim satgas di lapangan.

“Saya juga minta di tingkat Kabupaten/kota ajak warganya shalat Istisqa kita berdoa bersama-sama agar hujan segera turun,” jelas Herman Deru.

“Kita melaksanakan shalat istisqa untuk menurunkan hujan. Secara lahiriah segala upaya sudah dilaksanakan, dari tingkat Desa sampai Presiden membantu kita, Satgas Provinsi tingkat Kabupaten kota juga sudah bergerak untuk melakukan pemadaman," ujar Herman Deru.

Usai salat, seluruh jamaah kembali larut dalam doa bersama dengan harapan hujan segera turun sehingga dapat mengurangi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Herman Deru juga meminta pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan menggelar shalat istisqa bersama masyarakat.

Ia menambahkan, upaya lahir dan batin harus dilakukan secara bersamaan agar bencana karhutla dapat dicegah.

Menurut Herman Deru, hujan menjadi salah satu upaya paling efektif untuk membantu memadamkan api di lokasi karhutla.

Di tengah Kabut Asap, Gubernur Sumsel Gelar Shalat Minta Hujan, Harap Kebakaran Hutan Padam

Shalat istisqa digelar sebagai ikhtiar agar hujan segera turun sehingga api karhutla dapat dipadamkan dan kualitas udara di Sumatera Selatan kembali normal.

“Tanggal 28 diperkirakan akan ada awan yang mengandung air, disitulah saat tepatnya kita menabur garam lagi (operasi OMC),” kata Gubernur Sumsel.

Salat ini dikerjakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual di samping upaya nyata dalam mengatasi kekeringan.

Shalat tersebut digelar di halaman Griya Agung, Palembang. Ratusan jemaah yang terdiri dari aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, ulama, TNI, dan Polri turut mengikuti shalat istisqa.

Herman Deru mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk menangani karhutla di Sumatera Selatan. Namun, kondisi El Nino yang kuat membuat api semakin sulit dipadamkan.

Salat Istisqa adalah salat sunah yang dikerjakan umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika suatu daerah mengalami musim kemarau panjang, kekeringan, atau krisis air.

Ratusan aparatur sipil negara (ASN), tokoh agama, serta masyarakat mengikuti salat memohon hujan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati OKI, Supriyanto.

Dalam kesempatan itu, Supriyanto juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu terjadinya karhutla.

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG– Di tengah ancaman kekeringan dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menggelar Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati OKI, Kamis (6/8/2026).