Kebakaran Gunung Arjuno Welirang Capai 146 Hektare

Gambar ilustrasi Kebakaran Gunung Arjuno Welirang Capai 146 Hektare

"Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar," ujarnya.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, hingga Selasa (25/8/2026), luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang telah mencapai 146,85 hektare.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno Welirang, Kabupaten Pasuruan, terus ditangani secara intensif.

SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengintensifkan operasi water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuna Welirang, Kabupaten Pasuruan.

Gambar terkait Kebakaran Gunung Arjuno Welirang Capai 146 Hektare

Read more

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang hingga Selasa (25/8) mencapai 146,85 hektare.

Tyas, sapaan akrabnya menambahkan, dua titik api tersebut terfokus di kawasan Gunung Arjuno. Tepatnya berada di jalur menuju Puncak Gunung Arjuno serta wilayah Lapangan Kotak.

“Pada Jumat 21 Agustus itu sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan,” terang Gatot.

Hingga Selasa pukul 12.00 WIB, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak delapan sortie dengan total 8.000 liter air yang dicurahkan ke lokasi kebakaran.

Gambar terkait Kebakaran Gunung Arjuno Welirang Capai 146 Hektare

Sebelumnya, berdasarkan data awal, area terdampak kebakaran periode 18-21 Agustus 2026 di kawasan Tahura Raden Soerjo ini seluas 146,85 Hektare (Ha). Dengan rincian, 144,05 hektare berada di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen dan 2,80 hektare di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Read more

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang kembali terdeteksi setelah sebelumnya sempat mereda. Kini upaya pemadaman lewat darat maupun udara tengah berlangsung.

"Pada tanggal 21 (Jumat) sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan," kata Gatot Soebroto.

“Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar,” pungkas Purnomo.

Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuna yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pemadaman melalui udara dilakukan karena masih terdapat dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuna yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Read more

"Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar," ujarnya.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, hingga Selasa (25/8/2026), luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang telah mencapai 146,85 hektare.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno Welirang, Kabupaten Pasuruan, terus ditangani secara intensif.

SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengintensifkan operasi water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuna Welirang, Kabupaten Pasuruan.

Read more

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang hingga Selasa (25/8) mencapai 146,85 hektare.

Tyas, sapaan akrabnya menambahkan, dua titik api tersebut terfokus di kawasan Gunung Arjuno. Tepatnya berada di jalur menuju Puncak Gunung Arjuno serta wilayah Lapangan Kotak.

“Pada Jumat 21 Agustus itu sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan,” terang Gatot.

Hingga Selasa pukul 12.00 WIB, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak delapan sortie dengan total 8.000 liter air yang dicurahkan ke lokasi kebakaran.

Sebelumnya, berdasarkan data awal, area terdampak kebakaran periode 18-21 Agustus 2026 di kawasan Tahura Raden Soerjo ini seluas 146,85 Hektare (Ha). Dengan rincian, 144,05 hektare berada di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen dan 2,80 hektare di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang kembali terdeteksi setelah sebelumnya sempat mereda. Kini upaya pemadaman lewat darat maupun udara tengah berlangsung.

"Pada tanggal 21 (Jumat) sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan," kata Gatot Soebroto.

“Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar,” pungkas Purnomo.

Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuna yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pemadaman melalui udara dilakukan karena masih terdapat dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuna yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar," ujarnya.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, hingga Selasa (25/8/2026), luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang telah mencapai 146,85 hektare.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno Welirang, Kabupaten Pasuruan, terus ditangani secara intensif.

SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengintensifkan operasi water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuna Welirang, Kabupaten Pasuruan.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang hingga Selasa (25/8) mencapai 146,85 hektare.

Tyas, sapaan akrabnya menambahkan, dua titik api tersebut terfokus di kawasan Gunung Arjuno. Tepatnya berada di jalur menuju Puncak Gunung Arjuno serta wilayah Lapangan Kotak.

“Pada Jumat 21 Agustus itu sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan,” terang Gatot.

Hingga Selasa pukul 12.00 WIB, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak delapan sortie dengan total 8.000 liter air yang dicurahkan ke lokasi kebakaran.

Sebelumnya, berdasarkan data awal, area terdampak kebakaran periode 18-21 Agustus 2026 di kawasan Tahura Raden Soerjo ini seluas 146,85 Hektare (Ha). Dengan rincian, 144,05 hektare berada di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen dan 2,80 hektare di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang kembali terdeteksi setelah sebelumnya sempat mereda. Kini upaya pemadaman lewat darat maupun udara tengah berlangsung.

"Pada tanggal 21 (Jumat) sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan," kata Gatot Soebroto.

“Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar,” pungkas Purnomo.