Kebakaran Gunung Arjuno Welirang Capai 146 Hektare

Gambar ilustrasi Kebakaran Gunung Arjuno Welirang Capai 146 Hektare

“Pada Jumat 21 Agustus itu sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan,” terang Gatot.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang hingga Selasa (25/8) mencapai 146,85 hektare.

Hingga Selasa pukul 12.00 WIB, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak delapan sortie dengan total 8.000 liter air yang dicurahkan ke lokasi kebakaran.

"Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar," ujarnya.

Gambar terkait Kebakaran Gunung Arjuno Welirang Capai 146 Hektare

Pemadaman melalui udara dilakukan karena masih terdapat dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuna yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang kembali terdeteksi setelah sebelumnya sempat mereda. Kini upaya pemadaman lewat darat maupun udara tengah berlangsung.

Read more

“Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar,” pungkas Purnomo.

Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuna yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Gambar terkait Kebakaran Gunung Arjuno Welirang Capai 146 Hektare

SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengintensifkan operasi water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuna Welirang, Kabupaten Pasuruan.

Tyas, sapaan akrabnya menambahkan, dua titik api tersebut terfokus di kawasan Gunung Arjuno. Tepatnya berada di jalur menuju Puncak Gunung Arjuno serta wilayah Lapangan Kotak.

Read more

Sebelumnya, berdasarkan data awal, area terdampak kebakaran periode 18-21 Agustus 2026 di kawasan Tahura Raden Soerjo ini seluas 146,85 Hektare (Ha). Dengan rincian, 144,05 hektare berada di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen dan 2,80 hektare di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, hingga Selasa (25/8/2026), luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang telah mencapai 146,85 hektare.

"Pada tanggal 21 (Jumat) sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan," kata Gatot Soebroto.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno Welirang, Kabupaten Pasuruan, terus ditangani secara intensif.

Read more

“Pada Jumat 21 Agustus itu sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan,” terang Gatot.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang hingga Selasa (25/8) mencapai 146,85 hektare.

Hingga Selasa pukul 12.00 WIB, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak delapan sortie dengan total 8.000 liter air yang dicurahkan ke lokasi kebakaran.

"Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar," ujarnya.

Pemadaman melalui udara dilakukan karena masih terdapat dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuna yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang kembali terdeteksi setelah sebelumnya sempat mereda. Kini upaya pemadaman lewat darat maupun udara tengah berlangsung.

Read more

“Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar,” pungkas Purnomo.

Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuna yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengintensifkan operasi water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuna Welirang, Kabupaten Pasuruan.

Tyas, sapaan akrabnya menambahkan, dua titik api tersebut terfokus di kawasan Gunung Arjuno. Tepatnya berada di jalur menuju Puncak Gunung Arjuno serta wilayah Lapangan Kotak.

Sebelumnya, berdasarkan data awal, area terdampak kebakaran periode 18-21 Agustus 2026 di kawasan Tahura Raden Soerjo ini seluas 146,85 Hektare (Ha). Dengan rincian, 144,05 hektare berada di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen dan 2,80 hektare di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, hingga Selasa (25/8/2026), luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang telah mencapai 146,85 hektare.

"Pada tanggal 21 (Jumat) sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan," kata Gatot Soebroto.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno Welirang, Kabupaten Pasuruan, terus ditangani secara intensif.

“Pada Jumat 21 Agustus itu sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan,” terang Gatot.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang hingga Selasa (25/8) mencapai 146,85 hektare.

Hingga Selasa pukul 12.00 WIB, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak delapan sortie dengan total 8.000 liter air yang dicurahkan ke lokasi kebakaran.

"Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar," ujarnya.

Pemadaman melalui udara dilakukan karena masih terdapat dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuna yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang kembali terdeteksi setelah sebelumnya sempat mereda. Kini upaya pemadaman lewat darat maupun udara tengah berlangsung.

“Untuk vegetasi yang terbakar, mayoritasnya cemara gunung. Selebihnya, adalah alang-alang dan semak belukar,” pungkas Purnomo.

Langkah tersebut dilakukan karena masih terdapat dua titik api di bawah puncak Gunung Arjuna yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

SURABAYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengintensifkan operasi water bombing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuna Welirang, Kabupaten Pasuruan.

Tyas, sapaan akrabnya menambahkan, dua titik api tersebut terfokus di kawasan Gunung Arjuno. Tepatnya berada di jalur menuju Puncak Gunung Arjuno serta wilayah Lapangan Kotak.

Sebelumnya, berdasarkan data awal, area terdampak kebakaran periode 18-21 Agustus 2026 di kawasan Tahura Raden Soerjo ini seluas 146,85 Hektare (Ha). Dengan rincian, 144,05 hektare berada di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen dan 2,80 hektare di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jatim, hingga Selasa (25/8/2026), luas area yang terdampak karhutla di kawasan Gunung Arjuna Welirang telah mencapai 146,85 hektare.

"Pada tanggal 21 (Jumat) sebetulnya api sempat padam. Tapi karena cuaca, api menyala lagi. Mulai saat itulah kita laksanakan water bombing. Hanya saja, karena cuaca di Arjuno ini mudah berubah, maka water bombing tidak selalu bisa kita laksanakan," kata Gatot Soebroto.