Rumor Dedi Mulyadi Pindah Ke Psi Gerindra Buka Suara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/sayembara-kdm-ditolak-menteri.jpg)
Bestari kembali menegaskan tidak ada pembicaraan antara PSI dan Dedi Mulyadi mengenai rencana kepindahan maupun perekrutan sebagai kader PSI.
harapanrakyat.com,- DPD Partai Gerindra Jawa Barat angkat bicara mengenai isu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bakal berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Isu itu sempat memicu perbincangan hangat warganet di berbagai platform media sosial.
Gerindra menegaskan Dedi masih merupakan kader sekaligus Dewan Pembina Gerindra Pusat. Sementara itu, PSI menyatakan tidak ada komunikasi maupun pembicaraan mengenai perekrutan Dedi Mulyadi sebagai kader. (C)
Sementara itu, sebelumnya Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Buky Wibawa, mengaku ikut kaget ketika isu tersebut tiba-tiba ramai.

Menurut dia, sikap tersebut sesuai dengan arahan Joko Widodo selaku Ketua Dewan Pembina PSI.
Bestari juga membantah PSI tengah berupaya menggaet Dedi Mulyadi untuk menghadapi Pemilu 2029. Ia mengatakan PSI saat ini masih berkonsentrasi pada proses verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Menurut Buky, ia memahami karakter Dedi yang memang senang turun langsung untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan.
Baca Juga: Gerindra Cimahi Klarifikasi Isu Deklarasi Adhitia Yudisthira sebagai Calon Wali Kota 2029

Rekrutmen Petugas Haji 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Berikut Syarat dan Tahapan Lengkapnya
Selain itu, dia menegaskan belum melihat ada rencana Dedi untuk hengkang dari Gerindra.
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna memastikan rumor itu tidak berdasar. Ia mengaku, sudah mengonfirmasi isu kepindahan tersebut secara langsung kepada Dedi Mulyadi melalui sambungan telepon.
"Bagaimanapun, ia adalah kader Gerindra dan menjabat sebagai Dewan Pembina di Gerindra Pusat. Ini menunjukkan kualitas moral dan etika yang kuat. Jadi, beberapa kali saya bertemu dengan Demul, saya belum melihat tanda-tanda ke arah sana. Saya juga merasa aneh dengan keriuhan ini," ujarnya.

“PSI itu partai yang terbuka, siapa pun bisa bergabung tak terkecuali KDM. Tapi kalau soal KDM bergabung atau tidak, itu harus menunggu kabar pasti,” kata Marshall.
Rumor Dedi Mulyadi bergabung dengan PSI sebelumnya juga dibantah Dewan Pimpinan Pusat PSI.
Baca Juga:Kabar Gembira! Dedi Mulyadi Ungkap Tanggal Kepulangan ABK Sukabumi yang Terlantar di Fiji
"Isu dari mana?. Ya kita enggak mungkin nanggapin itu lho. Ujug-ujug dari mana, kemudian tiba-tiba. Hal yang aneh ya," kata Dedi Mulyadi, Senin (24/8/2026) malam.
"Saya tidak tahu data dan variabel apa yang menduga-duga Dedi Mulyadi (Demul) mau hijrah ke PSI. Namun, ada pernyataan sanggahan secara tegas bahwa Demul membantah hal tersebut. Dalam pernyataannya, ia menghendaki Prabowo untuk memimpin Indonesia," kata Buky saat dihubungi awak media, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (25/8/2026).
TRIBUNWOW.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara tegas membantah isu yang menyebut dirinya bakal berpindah haluan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Senin (24/8/2026) malam.
Ia juga membantah anggapan bahwa aktivitas Dedi Mulyadi yang kerap mengunjungi berbagai daerah, termasuk di luar Jawa Barat, berkaitan dengan upaya mencari simpati politik.
Ia menanggapi rumor kepindahannya dengan santai dan memastikan bahwa kabar yang beredar di publik tersebut murni bohong atau hoaks.
"Saya tidak tahu data dan variabel apa yang menduga-duga Dedi Mulyadi (Demul) mau hijrah ke PSI. Namun, ada pernyataan sanggahan secara tegas bahwa Demul membantah hal tersebut. Dalam pernyataannya, ia menghendaki Prabowo untuk memimpin Indonesia," kata Buky saat dihubungi, Senin (24/8).
Buky menyebut, Dedi Mulyadi justru merasa terheran-heran dan terkejut saat mendengar wacana pindah ke PSI yang beredar.
Selain itu, Buky mengaku belum melihat adanya tanda-tanda Dedi Mulyadi akan meninggalkan Gerindra.
“Saya konfirmasi langsung ke KDM melalui sambungan telepon. Beliau juga heran dan kaget mendengar isu itu. Tapi yang jelas, beliau bilang tidak memiliki pikiran itu (pindah partai),” kata Buky, Senin (24/8/2026).
Gerindra Jawa Barat buka suara soal isu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan meninggalkan partainya dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Buky mengatakan dirinya belum melihat tanda-tanda Dedi Mulyadi akan meninggalkan Gerindra. Menurut dia, Dedi masih berstatus sebagai kader Gerindra sekaligus menjabat Dewan Pembina Gerindra Pusat.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Beredar Isu Dedi Mulyadi Pindah Haluan ke PSi, KDM Beri Jawaban Santai.
Dedi Mulyadi dipastikan tetap fokus menjalankan tugas kepemimpinannya di Jawa Barat bersama naungan Partai Gerindra. “Kedudukan beliau itu sangat strategis, menjadi salah satu anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra. Tentunya posisi itu membutuhkan integritas,” ujarnya.
Sementara itu, Mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Barat, Marshall Chandra mengaku tidak tahu mengenai isu itu. Namun, Marshall menyebut PSI merupakan partai yang sangat terbuka bagi siapa pun dan dari mana pun untuk bergabung.
Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus mengatakan tidak ada komunikasi antara PSI dan Dedi Mulyadi terkait rencana bergabung dengan partai tersebut.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Klarifikasi Soal Keisha Mahasiswa Unpad Diisukan Enggan Kuliah Gara-gara Dirinya
Gerindra Jawa Barat (Jabar) buka suara soal isu bahwa Gubernur Jabar Dedi Mulyadi akan meninggalkan partai itu demi gabung PSI.
Pria yang akrab disapa KDM tersebut menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya masih menjabat secara sah sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra.
Buky langsung mengkonfirmasi isu itu kepada Dedi Mulyadi. Menurutnya, Dedi Mulyadi tidak mengetahui kabar tersebut dan merasa kaget.
Bestari juga membantah PSI tengah berupaya menggaet Dedi untuk Pemilu 2029. Ia mengatakan partainya saat ini masih berfokus pada proses verifikasi faktual di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Buky berujar, Dedi Mulyadi saat ini memegang peranan penting sebagai anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra. Kedudukan strategis itu menuntut integritas tinggi serta komunikasi yang intensif bersama jajaran pengurus pusat partai.
Oleh karena itu, Gerindra Jawa Barat meminta publik untuk tidak mudah berspekulasi atas isu-isu yang berkembang tanpa konfirmasi resmi.
"Dia aktif berkeliling dan bukan tipikal pemimpin di belakang meja. Saya melihat dia memang sosok yang seperti itu. Dia adalah sosok yang perasaannya mudah tersentuh-dia sendiri sering menyampaikan bahwa dirinya mudah tersentuh-lalu mencoba menyelesaikan masalah tersebut," katanya.
Gerindra Jawa Barat buka suara mengenai rumor Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan meninggalkan partainya dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia mengaku tidak mengetahui asal mula isu mengenai kepindahan Dedi Mulyadi ke PSI.
Buky menilai bantuan yang diberikan Dedi tidak berbeda dengan kegiatan sejumlah kepala daerah lain yang memberikan bantuan atas dasar kemanusiaan.
Menurut Buky, kegiatan Dedi turun langsung ke berbagai daerah merupakan bagian dari karakter kepemimpinannya. Dedi disebut terbiasa terlibat langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
Dengan demikian, Dedi Mulyadi kembali menegaskan jika isu yang menyebutkan ia akan bergabung dengan PSI merupakan kabar tidak benar.