Update Terkini Karhutla Di Berbagai Wilayah Indonesia

KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menjadi sorotan nasional. Ribuan titik panas (hotspot) terdeteksi di berbagai provinsi.
"Kepulan asapnya membentang hingga separuh keliling dunia di sekitar garis khatulistiwa, sementara wilayah rawan kebakaran diselimuti asap pekat selama enam hingga delapan pekan tanpa henti," kata Goddard pada September 2016, dikutip dari situs NASA.
Tagar #prayforKalimantan pun ramai berseliweran di media sosial, seiring keresahan warganet yang menemukan Google Maps dipenuhi penanda "severe fire" di hampir seluruh wilayah Kalimantan.
Meski begitu, kobaran api serta titik panas (hotspot) masih terdeteksi di wilayah Kalimantan. Menurut laporan terbaru, titik panas masih mencapai angka ribuan di daerah-daerah tersebut.

Karhutla juga melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Hingga 22 Agustus 2026, luas area yang terbakar dilaporkan mencapai sekitar 673,4 hektare. Lokasi kebakaran yang sulit dijangkau membuat penanganan membutuhkan dukungan operasi udara.
Kalian juga bisa menggunakan situs Sipongi+ milik Kementerian Kehutanan untuk memantau titik api di Kalimantan dan wilayah lainnya. Situs ini merupakan Sistem Pemantauan Karhutla milik Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Berikut cara mengeceknya:
Kemungkinan bencana tahun ini menyamai 2015 tergantung pada upaya penanganan pemerintah. Namun, dalam rapat dengan Komisi IV DPR, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni masih mengisyaratkan optimisme bencana karhutla dan asap tidak akan semasif 2015.
BMKG menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada beberapa satelit polar untuk mengamati titik-titik kebakaran hutan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Kalimantan. Berikut cara mengeceknya:
/data/photo/2026/08/21/6a8822ff3ec75.png)
"Kejadian karhutla pertama terjadi di wilayah Desa Taddakong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 19.00 WITA. Peristiwa diduga dipicu oleh kondisi daun dan ranting kering di kawasan perbukitan berbatu yang mudah terbakar akibat suhu panas, sehingga memunculkan titik api secara tiba-tiba," ujarnya kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).
Setelah lapisan kebakaran hutan diaktifkan, pengguna dapat memperbesar tampilan menuju wilayah yang ingin diperiksa, seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, atau Kalimantan Utara.
Sementara di Kalimantan Selatan, operasi pemadaman karhutla di Kabupaten Banjar diperkuat dengan pasukan darat dan dukungan udara. Hingga 23 Agustus 2026, masih terdapat 44 titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah Kalsel.
Pemerintah mengerahkan berbagai upaya untuk mengendalikan karhutla, mulai dari patroli darat, pemadaman langsung, pengerahan helikopter, hingga modifikasi cuaca.

Pantau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan secara real-time menggunakan Google Maps, Citra Polar Hotspot BMKG, Zoom Earth, dan Sipongi+.
Area merah menunjukkan perkiraan wilayah yang terdampak kebakaran aktif, sedangkan area kuning menunjukkan wilayah dengan tingkat kepastian yang lebih rendah.
Di Kalimantan Barat, pemerintah mengerahkan dukungan pesawat dan helikopter untuk melakukan operasi pemadaman. Teknologi modifikasi cuaca juga dilakukan untuk membantu meningkatkan curah hujan di wilayah terdampak.
Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id
Dia menerangkan, berkurangnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air bersih di wilayah Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah mulai mengering sehingga masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. BPBD Kabupaten Banyumas bersama pemerintah desa, unsur kemanusiaan, dan masyarakat terus melakukan upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi pasokan air bersih dan penampungan air.
Selanjutnya, di Jawa Barat, BPBD mencatat 121 kejadian karhutla hingga 22 Agustus 2026. Kebakaran tersebut menghanguskan 184,07 hektare lahan yang tersebar di 19 kabupaten dan kota dengan data lahan terbakar terbesar berada di Sukabumi yakni 49,20 hektare.
Artikel ini membahas mengenai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan yang masih terdeteksi ribuan titik panas, serta bagaimana masyarakat dapat memantau titik api tersebut secara real-time.
Kondisi kebakaran parah ini membuat kualitas udara di Palangka Raya mencapai AQI 487 yaitu masuk kategori berbahaya. Sementara jarak pandang di sejumlah wilayah dilaporkan hanya sekitar 1,4 kilometer.
Merujuk pada data BNPB, bencana karhutla ketika itu menyebabkan 24 orang meninggal, sekitar 600 ribu orang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan lebih dari 60 juta orang terpapar asap.
Hotspot merupakan titik panas yang dideteksi satelit berdasarkan adanya anomali suhu di suatu wilayah. Artinya, kemunculan satu atau beberapa titik panas belum dapat dijadikan bukti mutlak sedang terjadi kebakaran besar.
Data hotspot di Sipongi diperbarui setiap hari, sehingga Anda bisa memantau perkembangan titik api karhutla terbaru tiap harinya.
Selain SiPongi+, masyarakat dapat menggunakan layanan Citra Polar Hotspot BMKG untuk memantau deteksi titik panas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan.
Jakarta, Beritasatu.com - Kemunculan titik panas di peta sering menjadi perhatian ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kalimantan.
Selain itu, Sulawesi Selatan juga menghadapi karhutla sepanjang 2026. Tercatat ada 112 kejadian karhutla pada Januari hingga Agustus 2026, dengan total luasan terdampak sekitar 1.562,67 hektare. Enrekang menjadi wilayah dengan luasan terdampak terbesar mencapai sekitar 1.044,55 hektare dari 10 kejadian.
Data kebakaran yang tertangkap di Google Maps bersumber dari berbagai lembaga satelit resmi seperti NASA, NOAA, dan JMA dengan update secara berkala. Berikut cara mengecek titik kebakaran di Google Maps:
Dampak karhutla ini juga mulai dirasakan hingga lintas negara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi pergerakan asap akibat karhutla telah terdeteksi melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia sejak 6 Agustus 2026.
ASMC memprediksi kondisi kering masih terjadi di sebagian besar wilayah Asean bagian selatan. Sedangkan bagian utara Kalimantan dan Semenanjung Malaysia, serta bagian utara dan barat Sumatra diperkirakan masih mengalami hujan. Ini setidaknya akan menjadi "peredam" bencana kebakaran dan asap di bulan Agustus.
Citra Polar Hotspot BMKG adalah layanan yang menampilkan citra satelit terbaru untuk melihat lokasi hotspot di Indonesia, khususnya Kalimantan, menggunakan sensor VIIRS dan MODIS. Bisa diakses melalui situs resmi BMKG.
Selain Google Maps, kalian juga bisa memanfaatkan layanan Citra Polar Hotspot yang disediakan oleh BMKG. Layanan ini menampilkan citra satelit terbaru untuk membantu melihat lokasi hotspot di Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Indonesia sepanjang 2026. Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi mengalami peningkatan kejadian kebakaran.
Pengamatan dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit. Namun, titik panas tidak dapat terdeteksi pada wilayah yang tertutup awan atau berada di area blank zone.
Pemerintah kemudian menetapkan enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan sebagai wilayah prioritas penanganan karhutla. BMKG juga memperkirakan fenomena El Niño dapat bertahan hingga awal 2027 sehingga kondisi lebih kering berpotensi berlangsung lebih lama.
Ke depan, titik panas dan kabut asap disebut berpotensi terus meningkat di wilayah yang mengalami periode cuaca kering berkepanjangan. "Risiko terjadinya kabut asap lintas batas juga masih ada," begitu tertulis.