Bmkg Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin Sampai Negara Tetangga

Ardhasena mengatakan langkah penanganan dan antisipasi dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). BNPB, menurut dia, meminta negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla di Kalimantan.
Ardhasena menjelaskan asap karhutla dapat bergerak mengikuti pola angin musiman yang secara rutin terjadi. Kondisi tersebut membuat asap dari wilayah Indonesia berpotensi mencapai kawasan negara lain.
Presiden Prabowo Subianto meminta pemetaan kondisi nyata karhutla di Kalimantan Barat guna menentukan langkah penanganan yang tepat berdasarkan data lapangan.
Selain itu, pemerintah melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Berton menyebut pemerintah mengerahkan 52 pesawat untuk operasi karhutla di enam provinsi prioritas, sebanyak 30 pesawat beroperasi di Kalimantan dan 22 pesawat lainnya ditempatkan di Sumatra.

Pemerintah juga menambah kekuatan TNI AU untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. "Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," ujar Berton.
"(Asap karhutla sampai ke negara tetangga) karena terbawa angin," kata Ardhasena dalam keterangannya, Senin (24/68/2026).
Sebelumnya diberitakan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Malaysia dan Singapura tidak saling menyalahkan terkait persoalan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi melintasi batas negara.
SEMPAT berputar di udara gegara kabut asap pekat, dua pesawat rute Jakarta-Jambi, Selasa sore (25/8), gagal mendarat di Bandara Sultan Thaha Sayefuddin, Kota Jambi.

"Jadi, fokus kami saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," ujar Berton.
Menteri Kehutanan Raja Antoni meninjau lokasi karhutla di lahan gambut Jambi. Ia mengingatkan bahaya api bawah permukaan dan peran Masyarakat Peduli Api.
Kabut asap akibat karhutla menyebabkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi menurun hingga 800 meter. Dua penerbangan dari Jakarta terpaksa dialihkan.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton Pandjaitan meminta negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla.

Presiden Prabowo Subianto menambah 1.500 personel TNI dan 6 helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman karhutla di Kalimantan Barat.
"Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," ucap Berton.
Ardhasena mengatakan langkah penanganan dan antisipasi dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata Berton dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).
"Kondisi cuaca Kalbar saat ini belum menunjukkan peluang hujan yang signifikan sehingga potensi karhutla masih tinggi dalam sepekan ke depan," ujar Soetikno di Pontianak, Jumat (21/8).
NEA dalam unggahan di Facebook, Senin (24/8), menyebut titik panas dan kepulan asap tebal terdeteksi terutama di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan. Sejumlah kepulan asap juga terpantau di Riau.
Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan mengungkap penyebab asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan terbawa hingga ke negara tetangga. Ia menyebutkan penyebabnya adalah pengaruh pergerakan angin.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan pergerakan asap mengikuti pola angin yang berlangsung secara musiman.
"(Asap karhutla sampai ke negara tetangga) Karena terbawa angin," kata Ardhasena kepada wartawan, Senin, 24 Agustus 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan terkait potensi penyebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap karhutla Kalbar yang bersumber dari wilayah Ketapang dan Kayong Utara diprediksi dapat terbawa angin menuju Kota Pontianak, bahkan berpotensi menyeberang ke negara tetangga.
Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dok. Kementerian Kehutanan
Menurut Ardhasena, pergerakan asap mengikuti pola angin musiman yang berlangsung secara rutin. Penanganan dan antisipasi dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BPBD Tanah Bumbu mendeteksi tiga titik panas di Sungai Loban, Teluk Kepayang, dan Satui. Tim karhutla dikerahkan untuk verifikasi lapangan dan pemadaman.
Jakarta: Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan sampai di negara tetangga. Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan menbeberkan penyebabnya.
"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata Berton kepada wartawan, Minggu, 23 Agustus 2026.
"(Asap karhutla sampai ke negara tetangga) Karena terbawa angin," kata Ardhasena dikutip dari Media Indonesia, Senin, 24 Agustus 2026.
Ardhasena mengatakan angin membawa asap karhutla sampai negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Ardhasena menjelaskan asap karhutla dapat bergerak mengikuti pola angin musiman yang secara rutin terjadi. Kondisi tersebut membuat asap dari wilayah Indonesia berpotensi mencapai kawasan negara lain.
PEMERINTAH Malaysia mengapresiasi langkah cepat Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dikutip dari Antara, Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berpotensi terbawa angin hingga negara tetangga.
Jakarta, VIVA – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berpotensi kembali menyebar hingga wilayah negara tetangga. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap faktor angin menjadi penyebab asap dapat bergerak melintasi batas negara.
“Asap karhutla sampai ke negara tetangga karena terbawa angin,” kata Ardhasena, Senin (24/8).
Di lain sisi, BNPB meminta negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla di Kalimantan. Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Berton Pandjaitan mengatakan karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Oleh karena itu, penanganannya perlu dilakukan bersama tanpa memperdebatkan sumber asap secara spekulatif.
"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ujarnya.
Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat kenaikan kasus ISPA sebesar 5-10 persen dalam sepekan terakhir akibat kabut asap karhutla. Masyarakat diminta waspada.
Ardhasena menyebut penanganan terhadap dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," kata Berton.
Berton mengatakan pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap kemungkinan dampak asap lintas batas. Pemerintah, menurut dia, telah mengerahkan sumber daya besar untuk mengendalikan karhutla.