Bmkg Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin Sampai Negara Tetangga

Gambar ilustrasi Bmkg Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin Sampai Negara Tetangga

Jakarta: Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan sampai di negara tetangga. Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ardhasena Sopaheluwakan menbeberkan penyebabnya.

Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dok. Kementerian Kehutanan

Sementara itu, BNPB meminta agar negara-negara tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla di Kalimantan. Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB, Berton Pandjaitan, mengatakan karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan bersama tanpa memperdebatkan sumber asap secara spekulatif.

"Arah gerak angin dominan dari tenggara hingga selatan, sehingga asap dari titik karhutla di Ketapang dan Kayong Utara bisa terbawa sampai ke Bandara Supadio hingga ke Kota Pontianak," jelasnya. Selain itu, operasional di Bandara Rahadi Oesman Ketapang juga perlu mewaspadai peningkatan konsentrasi asap.

Gambar terkait Bmkg Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin Sampai Negara Tetangga

Read more

Di lain sisi, BNPB meminta negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla di Kalimantan. Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Berton Pandjaitan mengatakan karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara. Oleh karena itu, penanganannya perlu dilakukan bersama tanpa memperdebatkan sumber asap secara spekulatif.

Pemerintah juga menambah kekuatan TNI AU untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan. "Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," ujar Berton.

Wamen LH Diaz Hendropriyono mendorong perusahaan swasta membangun sekat kanal untuk membantu memadamkan dan mencegah kebakaran lahan gambut di Kalimantan Barat.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata Berton kepada wartawan, Minggu, 23 Agustus 2026.

Gambar terkait Bmkg Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin Sampai Negara Tetangga

Read more

BNPB menilai persoalan karhutla tidak bisa dilihat berdasarkan batas wilayah administratif maupun negara. Penanganannya justru membutuhkan kerja sama untuk menekan sumber kebakaran dan dampak asap.

"Potensi karhutla masih tinggi, setidaknya sampai seminggu ke depan. Terutama wilayah Kabupaten Kubu Raya bagian selatan, Kayong Utara dan Ketapang, peluang terjadi hujannya sangat rendah sekali," ujarnya.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kalbar, Soetikno, menjelaskan bahwa pergerakan kabut asap ini dipicu oleh arah angin dominan yang bertiup dari tenggara hingga selatan. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya intensitas hujan yang diperkirakan bertahan hingga akhir September 2026.

Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat kenaikan kasus ISPA sebesar 5-10 persen dalam sepekan terakhir akibat kabut asap karhutla. Masyarakat diminta waspada.

Gambar terkait Bmkg Asap Karhutla Kalimantan Terbawa Angin Sampai Negara Tetangga

Read more

"(Asap karhutla sampai ke negara tetangga) karena terbawa angin," kata Ardhasena dalam keterangannya, Senin (24/68/2026).

BPBD Tanah Bumbu mendeteksi tiga titik panas di Sungai Loban, Teluk Kepayang, dan Satui. Tim karhutla dikerahkan untuk verifikasi lapangan dan pemadaman.

Kabut asap akibat karhutla menyebabkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi menurun hingga 800 meter. Dua penerbangan dari Jakarta terpaksa dialihkan.

Jakarta, IDN Times - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan berpotensi terbawa hingga ke negara tetangga. Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut kondisi tersebut dipengaruhi oleh pergerakan angin.

Tim gabungan TNI, Polri, dan BPBD mengintensifkan pemadaman 11 titik panas karhutla di Kelurahan Pangmilang, Singkawang Selatan guna mencegah kabut asap.

Read more

Ket. petugas BPBD Kalbar memadamkan karhutla di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar.

Berton menyebut pemerintah telah mengerahkan 52 pesawat untuk operasi karhutla di enam provinsi prioritas. Sebanyak 30 pesawat beroperasi di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya ditempatkan di Sumatra. Pemerintah juga menambah kekuatan TNI AU untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

Pergerakan asap juga berpotensi meluas lintas wilayah hingga menyeberang ke negara tetangga. Namun, arah sebaran asap tetap bergantung pada arah dan kecepatan angin serta perkembangan titik panas dan kebakaran di wilayah sumber.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata Berton.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanggulangan karhutla di Lanud Supadio, Kalimantan Barat, didampingi Menhan, Panglima TNI, dan Kapolri.

PRESIDEN Prabowo Subianto meminta  penanganan karhutla tak hanya mengandalkan water bombing tapi bahan pemadam berbasis tepung ubi atau singkong 

BMKG memperkirakan kondisi kering dan rendahnya curah hujan masih berlanjut hingga September 2026. Kondisi tersebut berpotensi mempertahankan risiko karhutla dan kabut asap sebelum curah hujan berangsur kembali normal pada Oktober.

PEMERINTAH Malaysia mengapresiasi langkah cepat Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla," ungkapnya.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," kata Berton dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

“Asap karhutla sampai ke negara tetangga karena terbawa angin,” kata Ardhasena, Senin (24/8).

Menurut Soetikno, kondisi angin juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai, terutama di wilayah pesisir barat Kalbar. Angin di wilayah laut sebelah barat hingga pesisir Ketapang terpantau cukup kencang dengan arah dominan dari tenggara hingga selatan.

Menurut dia, asap karhutla dapat bergerak mengikuti pola angin musiman yang secara rutin terjadi. Kondisi tersebut membuat asap dari wilayah Indonesia berpotensi mencapai kawasan negara lain. Kini, dijelaskan Ardhasena, langkah penanganan dan antisipasi dampak asap karhutla saat ini dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Soetikno menambahkan, kecepatan angin di wilayah pesisir barat Kalbar, terutama di perairan sebelah barat hingga pesisir Ketapang, terpantau cukup kencang. Hal ini mempercepat perambatan api dan distribusi asap ke wilayah lain.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kalbar Soetikno mengatakan, potensi tersebut dipengaruhi arah angin dominan dari tenggara hingga selatan serta rendahnya potensi hujan yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir September 2026.

"Jadi, fokus kami saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan," ujar Berton.

Presiden Prabowo Subianto meminta pemetaan kondisi nyata karhutla di Kalimantan Barat guna menentukan langkah penanganan yang tepat berdasarkan data lapangan.

"Kondisi cuaca Kalbar saat ini belum menunjukkan peluang hujan yang signifikan sehingga potensi karhutla masih tinggi dalam sepekan ke depan," ujar Soetikno di Pontianak, Jumat (21/8).

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan pergerakan asap mengikuti pola angin yang berlangsung secara musiman.

"(Asap karhutla sampai ke negara tetangga) Karena terbawa angin," kata Ardhasena kepada wartawan, Senin, 24 Agustus 2026.